Highlights

Tak Perlu Panik Kulit Buah Hati Sensitif, Tangani dengan Cara Berikut Ini

March 20, 2018 By 1 Comment

Kondisi kulit buah hati memang sangat rentan, terutama saat awal-awal kelahiran. Namun, Mama tidak perlu khawatir berlebihan. Kulit buah hati akan dengan sendirinya beradaptasi dengan lingkungan sekitar seiring dengan pertumbuhannya.

Meski begitu, memang dalam beberapa kasus terjadi, kulit yang dimiliki buah hati tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Ada yang justru mengalami penurunan sensitivitas, beberapa ada yang tidak mengalami perkembangan, bahkan cenderung lebih parah.

Untuk itu, Mama perlu tahu terlebih dahulu, bagaimana sih yang dikategorikan sebagai kulit sensitif pada buah hati?

Kulit sensitif atau atopic skin adalah kondisi di mana kulit menunjukkan respon atau tanda-tanda berlebih terhadap sesuatu seperti perubahan suhu, bahan-bahan iritatif atau alergenik, yang ini mengganggu pertahanan pada kulit dan sistem imun yang hiperaktifnya, bisa jadi karena faktor genetik.

Menghindari dampak yang tidak diinginkan, Mama dapat mengatasi kulit sensitif tersebut dengan mengamat tanda-tanda yang biasa terjadi pada buah hati yang memiliki kulit sensitif tersebut, seperti kondisi kulit yang kering, sering merasa gatal saat buahhati berkeringat atau bersentuhan dengan bahan tertentu, kerap mengalami infeksi mulut, serta yang paling parah mengalami eksim.

Merawat Kulit Sensitif Buah Hati

Apa yang Mama rasakan saat seharian tidak mandi? Badan yang lengket tentu membuat Mama menjadi risih bukan. Begitu pun buah hati, Ma. Itulah mengapa mereka sesekali menjadi rewel, terlebih jika buah hati memiliki kulit sensitif dan selama sehari tersebut Mama mengajaknya bepergian. Mandi menjadi cara yang tepat untuk membuatnya tenang dan ceria kembali.

Berbeda dengan buah hati berkulit normal, selain perlengkapan mandi yang biasa, Mama harus juga melakukan beberapa perawatan seperti di bawah ini.

  1. Mandi rutin 2 kali sehari.
  2. Gunakan sabun berpelembab.
  3. Tidak terlalu lama (10-15 menit), mandi rendam maksimal 5 menit.
  4. Pembilasan harus sangat bersih.
  5. Mengeringkan dengan handuk lembut tanpa pewangi dengan menepuk-nepuk.
  6. Harus selalu memakai emolien setelah mandi.

Jangan lupa untuk menggunakan air dengna suhu ideal 37,5-40 derajat selsius, gunakan sabun non-antiseptik, PH Balance (4,5-5,5), hipealergenik, dan noniritatif yang mengandung pelembab dan emolien.

Nah, selain perawatan dari mandi, Mama juga harus selalu menyediakan pelembab yang memiliki fungsi untuk melindungi dan menutrisi kulit buah hati. Ada beberapa kandungan yang harus dimiliki oleh pelembab tersebut, ini tentu karena kondisi kulit buah hati. Salah satunya yaitu emolien.

Emolien merupakan bahan yang membantu kulit untuk mencegah dan mengurangi kekeringan. Sehingga fungsi kulit sebagai pelindung dari udara, gesekan, dan perubahan lain yang mungkin hilang karena kondisi kulit sensitif tadi dapat digantikan oleh emolien.

Tentu dalam memilih pelembab beremolien, Mama harus tetap memperhatikan beberapa hal, di antaranya:

  1. Pelembab beremolien tersebut memiliki kandungan hipoalergenik dan noniritatif.
  2. Frekuensi dari pemakaian pelembab minimal dua kali dalam sehari.
  3. Penggunaan pelembab, idealnya setelah buah hati mandi dengan memperhatikan bagian-bagian terbuka yang tidak tertutup baju untuk lebih sering dioles. Akan lebih baik jika mengetes reaksi alergi dengan mengusap pelembab pada bagian belakang telinga.
  4. Sebisa mungkin pilih pelembab dalam bentuk lotion atau krim.


1 Comment on "Tak Perlu Panik Kulit Buah Hati Sensitif, Tangani dengan Cara Berikut Ini"

  1. […] Dalam irisan lemon terdapat kandungan asam askorbat yang sangat tinggi. Kandungan ini bisa merusak email di gigi bayi dan menyebabkan gigi sensitif. […]


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply