Highlights

Relasi Harmonis Dalam Hubungan Intim

May 4, 2017 By 0 Comments

Hubungan intim merupakan bagian sangat penting dalam keharmonisan rumah tangga. Jika hubungan intim kurang harmonis, apalagi retak, maka keutuhan rumah tangga juga sedang dipertaruhkan. Apalagi pada keluarga muda yang berusia dibawah 40 tahun. Mereka lebih rentan terhadap ketidakharmonisan hubungan intim karena masih berada pada puncak usia dan gairah. Hubungan intim selain menjadi sarana rekreasi juga menjadi alat kreasi untuk memperoleh keturunan.

 

Hubungan Intim sebagai Rekreasi

Sebagai rekreasi, hubungan intim menjadi perekat hubungan bagi sepasang suami istri. Hubungan intim tidak jarang mampu berfungsi sebagai penetralisir jika sedang terjadi masalah dalam rumah tangga. Di waktu lain, hubungan intim juga bisa menjadi katalisator untuk keharmonisan rumah tangga. Dalam banyak artikel dan penelitian disebutkan banyak sekali manfaat hubungan intim bagi kesehatan fisik dan mental.

Ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa hubungan intim bisa membuat awet muda, menambah kepercayaan diri serta mempertajam pikiran. Dalam kesehatan fisik, hubungan intim diyakini bisa menurunkan resiko kanker payudara bagi wanita dan menurunkan resiko kanker prostat bagi pria.

Namun, inti yang teruji dari manfaat hubungan intim yang banyak beredar adalah melakukan hubungan intim membuat tubuh anda memproduksi hormon endorfin dan hormon testosteron lebih banyak.

Hormon endorfin berfungsi sebagai semacam bius lokal yang mengurangi rasa sakit dan membuat anda menjadi tenang. Bekerja sebagai layaknya bius, endorfin akan membuat Anda tidur nyenyak dan merasa nyaman.  Sedangkan hormon testosteron akan membuat Anda memiliki gairah seksual tinggi yang otomatis berdampak pada rasa gembira.

 

Hubungan Intim untuk Mendapatkan Keturunan

Selain fungsi rekreasi, hubungan intim juga memiliki fungsi kreasi, yaitu untuk mendapatkan keturunan. Dalam hal ini, mendapatkan keturunan tidak hanya bergantung pada faktor intensitas hubungan intim, tapi juga pada kesuburan, pola makan dan gaya hidup suami istri.

Anggapan awam meyakini bahwa semakin sering berhubungan intim, maka potensi kehamilan akan semakin besar. Ini merupakan keyakinan yang keliru. Sebab, menurut analisa intensitas hubungan intim yang melampaui batas, misalnya beberapa kali sehari atau setiap hari, maka produksi sperma tidak akan maksimal dan kualitasnya kurang optimal.

Apalagi ada hitungan kalender masa subur dan masa tak subur bagi seorang wanita, maka makin gugurlah anggapan awam bahwa intensitas hubungan intim yang tinggi berbanding lurus dengan potensi kehamilan.

Ada beberapa hal yang patut dicatat untuk mendapatkan hubungan intim yang berkualitas sehingga meningkatkan potensi kehamilan,  diantaranya adalah, sbb:

1. Hubungan Intim saat Masa Subur

Masa subur adalah masa  saat sel telur telah siap dibuahi oleh sperma. Maka salah satu   cara agar perempuan segera mendapat kehamilan adalah dengan mengetahui secara akurat siklus haid dan kapan masa suburnya. Bagi Anda yang memiliki siklus haid teratur, maka akan lebih mudah untuk menghitung masa suburnya. Sebagai contoh misalnya siklus haid anda 28 hari. Jika hari pertama haid di tanggal 8 Agustus misalnya. Hitunglah kapan hari ke-12 dan kapan hari ke-16. Dalam contoh kasus ini, hari ke 12 dan 16  jatuh pada tanggal 19 Agustus dan 23 Agustus. Maka masa subur Anda adalah  19 Agustus hingga 23 Agustus.

Lakukanlah hubungan intim dalam masa subur tersebut. Hal ini tentu saja meningkatkan potensi kehamilan secara nyata. Sebab, diluar masa subur, terjadinya kehamilan hampir mustahil. Seperti halnya benih yang belum waktunya ditanam sudah ditanam hampir pasti tidak akan tumbuh. Demikian halnya jika sudah melewati masa subur, seperti benih yang sudah mulai mengering. Maka jika benih itu ditanam, peluang untuk tumbuh juga hampir mustahil.

Selain dengan penanggalan, mengetahui masa subur bisa juga dengan cara melakukan cek lendir serviks atau cervical mucus. Lendir serviks berupa gumpalan lendir seperti putih telur, lentur dan jika diulur tidak akan putus.  Lendir serviks bisa Anda dapati di area vagina Anda. Cara melihatnya bisa dengan menggunakan tisu atau jari bersih. Jika lendir serviks di vagina Anda lentur dan jika diulur tidak putus,  itu pertanda bahwa Anda berada dalam puncak masa subur. Namun jika lender serviks anda tarik putus atau pecah, maka Anda dalam kondisi sedang tidak subur. Lendir ini memungkinkan sperma melaju ke saluran tuba dengan mudah. Sperma juga bisa bertahan “hidup” selama dua hingga tiga hari menunggu sel telur matang.

 

2. Nikmati Hubungan Intim

Hubungan intim tidak hanya perlu dilakukan, tapi juga harus dinikmati. Hubungan intim yang dinikmati adalah hubungan intim yang sama-sama dikehendaki oleh kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Sebab, jika hanya salah satu yang menghendaki sementara yang lain melakukannya dengan tanpa keinginan atau bahkan dengan keterpaksaan, maka hubungan intim hanya menjadi sebatas olahraga fisik.

Ketika keduabelah pihak sama-sama menghendaki hubungan intim, maka akan terjadi keintiman yang rileks, menyenangkan dan tidak dipaksakan. Hal ini menjadi salah satu syarat keberhasilan hubungan intim. Hubungan intim yang dilakukan dengan tergesa atau saat kondisi pikiran sedang gundah tidak akan produktif malah  justru akan mengganggu hubungan.

3. Pilih Posisi Hubungan Intim Terbaik

Meskipun masih bisa diperdebatkan secara ilmiah, namun anggapan bahwa posisi hubungan intim memiliki peran signifikan dalam keberhasilan kehamilan bisa dikategorikan logis. Menurut beberapa sumber, posisi yang disarankan untuk meningkatkan potensi kehamilan adalah posisi klasik. Dimana pada posisi ini laki-laki diatas dan wanita terlentang.

Masuk akal memang. Sebab, dengan posisi demikian, secara nalar sperma akan lebih mudah menjangkau Rahim sehingga potensi kehamilan meningkat. Berbeda misalnya dengan posisi wanita di atas. Hal ini tentu mempersulit perjalanan sperma menuju ovum.

4. Doa

Bagaimana pun, yang paling penting dari semua usaha diatas adalah perkenan Tuhan. Jika Tuhan berkenan, dengan cara apa pun seorang istri akan mendapatkan kehamilan. Sebaliknya jika Tuhan belum berkenan, maka segala usaha yang dilakukan juga belum akan menemui keberhasilan. Maka kunci keempat adalah doa. permohonan yang tulus kepada Tuhan agar dikarunia keturunan yang baik.(*arsh)



0 Comments on "Relasi Harmonis Dalam Hubungan Intim"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply