Highlights

Makanan Baik dan Makanan Buruk Saat Hamil

May 4, 2017 By 0 Comments

Makanan Baik dan Makanan Buruk Saat Hamil

Anda mungkin sering mendengar berbagai kisah tentang ibu hamil yang mengidam. Ada yang mengidam mangga muda di saat tidak musim mangga, sehingga sang suami sampai harus “blusukan” ke penjuru kampung, ada pula yang ingin dibelikan rujak saat tengah malam, dan masih banyak lagi. Hal semacam ini sebenarnya bisa dimengerti, sebab selera makan saat hamil bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Ada yang bilang, “permintaan orok” tersebut sebenarnya adalah cara alamiah dari tubuh ibu hamil untuk memenuhi kekurangan nutrisinya. Namun, tidak semua ibu hamil akan sanggat menggebu-gebu terhadap jenis makanan tertentu, ada pula ibu hamil lain yang kehilangan nafsu makan sama sekali.

Pilihan makanan saat hamil memang tidak bisa sembarangan. Ada jenis-jenis makanan yang baik saat sedang tidak hamil, tapi menjadi buruk saat hamil; begitu juga sebaliknya. Nah, apa saja makanan yang baik dan buruk itu?

 

1. Makanan Baik

Makanan yang baik saat hamil adalah makanan yang dapat mencukupi nutrisi, baik untuk Anda maupun janin Anda. Misalnya, dengan mengonsumsi susu, keju, atau yogurt, Anda akan mendapatkan asupan kalsium yang baik bagi tubuh Anda. Kalsium juga dibutuhkan oleh janin untuk membentuk tulang, gigi, jantung, dan otot. Bila asupan kalsium untuk kandungan Anda tidak cukup, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda, dan itu tidak baik.

Asam folat yang terkandung dalam kacang-kacangan, alpukat, pisang, melon, bayam, atau brokoli sangat dibutuhkan oleh janin dan ibu hamil. Asam folat penting dalam pembentukan DNA dan mengurangi risiko kecacatan. Biasanya asam folat yang Anda dapatkan tidak mencukupi sehingga Anda memerlukan asupan tambahan dari suplemen atau susu khusus.

Ada berbagai merek susu ibu hamil di pasaran, biasanya kandungannya disesuaikan dengan masa kehamilan. Namun tidak semua produk susu bisa cocok dengan semua ibu hamil. Terkadang, ibu hamil harus melakukan trial and error untuk menemukan produk yang tepat. Bila Anda memilih untuk tidak mengonsumsi susu buatan pabrik, Anda bisa menggantinya dengan susu murni ditambah asupan gizi dari sumber alami lainnya.

 

2. Makanan Buruk

Makanan yang buruk saat hamil adalah makanan yang dapat membahayakan Anda atau kandungan Anda. Hal yang paling perlu diwaspadai adalah makanan yang berpotensi mengandung bakteri, misalnya makanan yang tidak dimasak secara optimal. Oleh karena itulah, ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang. Untuk sementara waktu, buang jauh-jauh keinginan Anda untuk pergi ke restoran sushi, menikmati telur setengah matang, atau daging steak yang dimasak singkat.

Selain itu, hati-hati juga bila mengonsumsi kecambah, salad, susu dan jus buah yang tidak mengalami pasteurisasi, atau mencicipi adonan kue. Beberapa jenis bakteri seperti E. Coli dan Salmonella yang terdapat dalam makanan mentah bisa menimbulkan demam, muntah, dan diare pada ibu hamil.

Bagi penggemar durian, sebaiknya Anda menahan diri dari buah lezat tersebut, sebab durian mengandung asam arachidonat yang dapat merangsang kontraksi dan berpotensi menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Kadar kafein yang Anda konsumsi saat hamil juga perlu diawasi dengan ketat. Memang, penelitian mengenai dampak kafein pada ibu hamil masih diwarnai kontroversi, tetapi tak ada salahnya bila Anda berhati-hati. Beberapa percobaan pada hewan menunjukkan bahwa kafein yang berlebih dapat menimbulkan kelahiran prematur, cacat lahir, dan masalah reproduksi lainnya. Selain itu, dalam satu penelitian yang dirilis dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology, disebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi 200 mg atau lebih kafein setiap harinya memiliki potensi keguguran dua kali lebih banyak daripada wanita yang tidak mengonsumsi kafein dalam jumlah tersebut.

Oleh karena itu, usahakan untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari atau sama dengan 200 mg per hari (kira-kira sekitar 2 cangkir kopi instan). Jumlah ini dihitung berdasarkan asupan kafein dari semua jenis makanan atau minuman. Ingat, kafein tidak hanya terkandung dalam kopi saja, tapi juga pada teh, soda, coklat, dan beberapa jenis obat sakit kepala.

Selain makanan mentah dan kafein, hal lain yang harus Anda jauhi adalah minuman beralkohol dan rokok. Kedua zat ini tampaknya sudah jelas dapat merusak kesehatan, apalagi bila dikonsumsi oleh ibu hamil.

Pantang terhadap suatu jenis makanan memang bukan perkara mudah, apalagi bila Anda adalah penggemar berat salah satu makanan/minuman yang dilarang. Namun, demi kesehatan Anda dan kandungan Anda, cobalah untuk menahan diri. Lagipula, banyak “makanan baik” yang bisa Anda konsumsi dan rasanya tidak kalah lezat, kok.

 



0 Comments on "Makanan Baik dan Makanan Buruk Saat Hamil"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply