Belakangan banyak Mama menjadi cepat khawatir jika pada usia 8-9 bulan buah hati belum juga menunjukkan tahap perkembangan seperti menggumam atau mengucap kata pertamanya. Hal ini karena keterlambatan bicara merupakan salah satu ciri umum yang dimiliki oleh penyandang Disleksia.

Apa itu Disleksia?

Disleksia merupakan disabilitas atau ketidak mampuan seseorang yang membuatnya kesulitan untuk memahami, baik membaca, menulis, atau mengeja kata. Hal ini juga menyebabkan penderita tak mampu untuk mengidentifikasi dan menyusun kata menjadi sebuah kalimat,  atau sebaliknya.

Disleksia umumnya dialami oleh buah hati. Meski begitu, Disleksia sama sekali tidak memengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasannya. Disleksia bisa menyerang buah hati yang memiliki penglihatan dan tingkat kecerdasan normal. Maka tak jarang, penyandang Disleksia memiliki tingkat intelejensi yang tinggi.

Sampai saat ini, masih belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebab munculnya Disleksia pada seseorang. Beberapa ahli menduga bahwa gen bawaan dan keterunan adalah faktor penting yang menyebabkan gangguan ini.

Jenis Disleksia

Diketahui terdapat dua jenis Disleksia, yang pertama Disleksia Primer dan yang kedua Disleksia berkembang. Disleksia Primer merupakan Disleksia yang disebabkan tidak berfungsinya cerebrum atau bagian otak yang mengatur kemampuan berpikir dan bergerak tubuh yang ini karena faktor genetk atau keturunan.

Kemudian Disleksia berkembang adalah jenis Disleksia yang didapatkan sejak penyandang berada dalam kandungan. Penyandang Disleksia berkembang memiliki ketidakmampuan untuk membaca dan mengeja dengan lancar, mereka melakukannya dengan sedikit lama dan terbata.

Namun, kemampuan membacanya akan berkembang seiring dengan pertumbuhannya.

Tanda-Tanda Disleksia

Usia 0-3 tahun

Buah hati akan mengalami keterlambatan bicara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian dari buah hati yang mengalami keterlambatan bicara juga mengalami kesulitan dalam belajar. Keterlambatan bicara sendiri sebenarnya tidak perlu ditunggu hingga usia 2 tahun. Karena pada perkembangannya, seharusnya pada usia 8-9 bulan buah hati sudah mulai mengoceh kata-kata yang tak jelas seperti mamama, dadada, dan lainnya.

 

Usia prasekolah

Buah hati akan mengalami keterbatasan dan keterlambatan dalam mempelajari kosa kata baru. Selain itu, ia juga kerap merasa bingung untuk menggunakan tangannya, dan seringkali tertukar harus menggunakan tangan kanan atau tangan kirinya. Ia juga akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi yang membuatnya kurang mampu mengenali huruf dan bunyi huruf. Buah hati juga memiliki kecenderungan untuk tidak tertarik pada membaca, namun sangat sengan jika dibacakan cerita oleh Mama.

 

Usia sekolah

Pada usia ini kesulitan yang dihadapinya saat usia prasekolah akan berlanjut. Keterlambatan dalam mempelajari dan meningkatkan kemampuannya membaca, menulis dan berhitung di bawah rata-rata teman-teman sebayanya. Mungkin ia dapat membaca, tapi tidak memperhatikan hal detil seperti tanda baca dan membaca terbalik beberapa huruf. Ia juga kesulitan memilih kosa kata yang tepat, tulisannya pun acak-acakan, tidak teratur, dan seringkali terbalik.

Kesulitannya dalam berkonsentrasi membuatnya menjadi hiperaktif dan seringnya ia tak dapat mengoordinasikan gerak dan keseimbangan tubuhnya.

Apa yang harus Mama lakukan?

Sebagai orang tua, Mama harus tanggap dalam mengamati perkembangan buah hati. Jika memang dirasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi, segera lakukan konsultasi dengan ahli. Hal ini dapat membuat Mama lebih awam dan tahu bagaimana harus menangani buah hati jika memang benar ia menyandang Disleksia.

Minta bantuan dan dukungan orang terdekat dan pihak sekolah agar buah hati tetap dapat menikmati pelajaran dengan baik meski dalam keterbatasan. Karena seringnya, penyandang Disleksia merasa tertekan dan tidak percaya diri karena kelemahannya tersebut.

Dukung dan bangun kepercayaandirinya, agar ia tak merasa kecil sehingga dapat memaksimalkan potensi diri yang mungkin selama ini tidak ia sadari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*