Orang tua saat ini, khususnya Mama, sering dilanda dilema yang cukup berat saat masa mengasuh dimulai. Hal ini utamanya tentang memilih produk bayi yang tepat. Karena jika salah langkah, justru produk tersebut akan memberikan efek samping yang membahayakan bagi buah hati.

 

Kulit buah hati saat usia baru lahir ini, memiliki tingkat sensitivitas yang cukup tinggi. Sehingga akan banyak ditemukan beberapa masalah terkait kulit yang menyebabkan timbulnya iritasi atau ruam terutama di bagian lipatan karena gesekan dari bahan pakaian atau popok yang digunakan dengan kulit.

 

Salah satunya adalah dermatitis atopik atau diaper. Iritasi ini merupakan iritasi yang terjadi di lipatan kulit yang menjadi sumber dari keringat, sehingga memiliki keadaan lembab yang merupakan suhu atau keadaan paling nyaman untuk bakteri dapat berkembang. Seperti daerah selangkangan atau paha dari buah hati.

 

Banyak faktor sebenarnya yang membuat akhirnya iritasi tersebut muncul. Salah satunya waktu pemakaian dari popok itu sendiri. Terkadang, orang tua kurang awas atau sadar bahwa popok yang dipakai oleh buah hati ternyata sudah penuh meski penggantiannya baru 2-3 jam yang lalu.

 

Tentu, bakteri penyebab iritasi tersebut datang bukan tanpa efek samping. Seperti bakteri lainnya, bakteri tersebut akan berubah menjadi kondisi yang beresiko jika tidak segera ditangani dengan baik.

 

Sayangnya, banyak orang tua yang masih menyepelekan tentang masalah ini. Hal ini bisa jadi karena slogan atau tagline dari beberapa produk popok khususnya popok sekali pakai yang mengatakan bahwa produk tersebut dapat diakai dengan aman oleh buah hati selama kurun 8-10 jam, yang menyebabkan orang tua tidak segera mengganti popok tersebut meski telah penuh. Terlebih jika itu merupakan kotoran berupa feses.

 

Dikutip dari Dr. Ari Brown, penulis buku Baby 411: Clear Answers and Smart Advice for Your Baby’s First Year, popok yang penuh terutama karena pup harus segera diganti. Hal ini karena feses mengandung asam yang dapat mengiritasi kulit, lebih parah lagi kandungan tersebut juga berkemungkinan untuk memicu infeksi kandung kemih pada bayi perempuan.

 

Untuk itu Ma, agaknya Mama perlu lebih jeli lagi mengecek keadaan popoknya untuk menghindari hal-hal tersebut.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*