Highlights

Gejala, Penyebab dan Penanganan Tongue Tie

May 4, 2017 By 0 Comments

Tongue Tie atau kondisi yang dikenal sebagai tali lidah pendek merupakan suatu kelainan dimana dasar lidah melekat pada dasar mulut. Kelainan ini biasanya terdapat pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini tidak bisa disepelekan sebab tongue tie mengakibatkan gerakan lidah menjadi sangat terbatas, akibatnya bayi akan susah menyusui. Jika tidak ditangani dengan tepat, saat bayi besar akan mengalami kesulitan pula pada saat makan dan berbicara.

Bayi yang menderita tongue tie, biasanya menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Tidak bisa mengeluarkan lidah melewati gigi depan bagian bawah.
  • Susah menggerakkan lidah dari satu sisi ke sisi lainnya.
  • Tidak bisa mengangkat lidah sampai menyentuh gigi bagian atas.
  • Mengalami kesusahan saat menyusu.
  • Masalah pelekatan yang mengakibatkan puting mama lecet.
  • Bayi susah naik berat badannya, bahkan cenderung menurun.

Penyebab tongue tie belum diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan bahwa tongue tie adalah kelainan genetik yang menurun pada keluarga.

Tongue tie memiliki bentuk dan derajat yang bervarisi. Ada empat tipe tongue tie berdasarkan pelekatan tali lidah di ujung lidah:

  • Tipe 1: tali lidah menempel hingga ujung lidah.
  • Tipe 2: tali lidah terikat 2-4 mm di belakang ujung lidah.
  • Tipe 3: tali lidah terikat di tengah lidah, kencang, dan tidak elastis.
  • Tipe 4: tali lidah terikat di pangkal lidah, tebal, dan tidak elastis.

Biasanya, tipe 1 dan 2 sudah pasti membutuhkan tindakan medis. Namun, untuk tipe 3 dan 4 masih perlu diperiksa lagi apakah membutuhkan tindakan atau tidak.

Penanganan pada tongue tie masih menjadi perdebatan di antara ahli medis. Sebagian ahli berpendapat bahwa sebelum melakukan tindakan sebaiknya menunggu beberapa waktu dengan harapan tali lidah akan meregang sendiri. Namun, sebagian lagi berpendapat harus tongue tie ini harus segera ditangani supaya mencegah terjadinya kesulitan menyusu yang berdampak pada bayi maupun mama yang menyusui.

Beberapa tindakan yang pada umumnya dilakukan untuk menangani atau mengobati tongue tie adalah:

Tindakan Non Bedah

Tindakan ini dilakukan dengan cara memperbaiki posisi pelekatan menyusui dengan bantuan konselor laktasi dan dokter spesialis anak. Dibutuhkan kesabaran dan kerjasama dari mama untuk menjalani tindakan non bedah ini.

Tindakan Bedah (Frenotomi)

Sering disebut dengan istilah insisi yakni pemotongan tali lidah yang terletak di bawah lidah. Insisi merupakan bedah minor yang tidak membutuhkan anestesi.

Tindakan Bedah dengan Pembiusan (Frenuloplasty)

Tindakan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan operasi lengkap dan membutuhkan pembiusan. Biasanya dilakukan pada kasus yang rumit, seperti tali lidah yang tebal dan melekat di dasar mulut.



0 Comments on "Gejala, Penyebab dan Penanganan Tongue Tie"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply