Highlights

Cara Menjaga Asupan Cairan Saat Berpuasa

May 4, 2017 By 1 Comment

Salah satu masalah yang sering terjadi pada saat seseorang berpuasa adalah kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Dehidrasi disebabkan oleh volume cairan yang hilang dari dalam tubuh saat seseorang beraktivitas. Volume cairan yang hilang dari tubuh biasanya sekitar 1000-4500 ml setiap hari, entah melalui buang air kecil, buang air besar, ataupun keringat. Kondisi seseorang yang sedang berpuasa, membuat kesulitan untuk menggantikan cairan yang hilang tadi. Hal ini membuat seseorang rentan terhadap dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi antara lain munculnya rasa tidak nyaman, mudah lelah, pusing, haus, bahkan pingsan.

Supaya bisa menghindari dehidrasi maka seseorang hendaknya memiliki cara dalam mengatur konsumsi cairan yang masuk ke tubuh. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

Minum air putih minimal 2 liter per hari.

Penelitian menyebutkan rata-rata kebutuhan asupan air putih adalah sebanyak 2 liter per hari. Hal ini bisa disiasati dengan minum 8 gelas air per hari. Takaran gelas yang dipakai @250 ml. Pada saat berpuasa, bisa memakai penjadwalan minum air putih berupa 2-4-2, yakni 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas ketika sahur. Dengan penjadwalan semacam ini maka kebutuhan air putih bisa terpenuhi dengan baik.

Menghindari minuman berkafein dan bersoda.

Sebaiknya pada saat berpuasa, usahakan untuk menghindari minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat menghilangkan kelembaban tubuh. Hindari pula minuman bersoda karena dapat membuat perut terasa penuh.

Meminum susu.

Susu adalah minuman yang kaya akan kandungan protein, karbohidrat, kalsium, dan elektrolit. Susu juga baik diminum untuk mengindari dehidrasi dan menghilangkan rasa lemas akibat lapar.

Memberikan rasa pada air mineral.

Biasanya banyak orang yang malas minum air putih karena tidak berasa atau hambar. Untuk menyiasatinya, maka berikan rasa pada air mineral yang dikonsumsi. Tentu saja bukan perasa seperti sirup atau pemanis lainnya. Disarankan memberi rasa pada air mineral dengan bahan alami, seperti perasan jeruk nipis atau menambah irisan lemon. Biasanya rasa air mineral akan menjadi lebih segar.

Memakan buah yang banyak mengandung air.

Sebaiknya selama berpuasa, pada saat sahur dan buka puasa hendaknya memperbanyak makan buah-buahan, terutama yang mengandung air. Selain supaya memberi asupan nutrisi dan vitamin, buah-buahan yang mengandung banyak air dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Buah-buahan yang banyak mengandung air, misalnya: melon, semangka, jeruk manis, nanas, dan lain-lain.

Mengkonsumsi sayuran yang banyak mengandung air.

Selain memakan buah-buahan, usahakan untuk memperbanyak konsumsi sayuran yang banyak mengandung air. Sayuran seperti tomat, ketimun, selada, kubis adalah sayuran yang memiliki kadar air tinggi.

Cairan dalam tubuh adalah hal yang vital untuk kesehatan tubuh. Sehingga, sebaiknya harus benar-benar diperhatikan asupan cairan pada saat berpuasa. Supaya puasa bisa dilalui dengan lancar tanpa mengalami dehidrasi.



1 Comment on "Cara Menjaga Asupan Cairan Saat Berpuasa"

  1. […] buah, untuk mengurangi dehidrasi dapat diakali dengan madu. Buah yang diberi madu ataupun air diberi madu bisa Mama minum saat […]


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply