Hari kelahiran semakin dekat, saatnya melakukan cek untuk melihat kondisi buah hati. Namun ternyata saat proses USG, Mama mendapat berita cukup mengejutkan. Buah hati berada dalam keadaan sungsang. Hal ini membuat Mama panik, padahal Mama berencana untuk melakukan proses persalinan normal.

 

Bayi Sungsang

Bayi sungsang merupakan keadaan di mana posisi bayi yang seharusnya berada di bawah dekat dekan jalan keluar rahim saat masuk trisemester 3, namun nyatanya berada justru di bagian atas. Terdapat tiga jenis posisi sungsang, yaitu Frank Breech, Complete Breech, dan Incomplete Breech.

  1. Frank Breech merupakan posisi sungsang di mana pantat bayi berada di posisi bawah dan kaki sejajar dengan kepala bayi.
  2. Complete Breech merupakan posisi sungsang di mana pantat bayi berada di posisi bawah dan kaki tertekuk dekat dengan pantat.
  3. Incomplete Breech
  • Footling Breech merupakan posisi sungsang di mana salah satu kaki dari bayi terselip di bawah kaki lainnya seperti posisi burung yang berdiri dengan satu kaki. Posisi ini sangat langka terjadi untuk bayi dengan usia kelahiran normal, namun sering terjadi di usia bayi premature.
  • Kneeling Breech merupakan posisi sungsang di mana bayi terlihat seolah seperti berlutut dengan satu atau kedua kakinya terlipat di lutut.

 

Posisi sungsang ini jelas akan sangat berpengaruh pada proses persalinan nantinya, yang seringkali membuat Mama mau tidak mau harus melakukan persalinan dengan metode operasi Caesar.

Adakah Cara untuk Mengembalikan Posisi Sungsang?

Diketahui ada sekitar 1 dari 25 kelahiran bayi mengalami posisi sungsang. Tentu menjadi kekecewaan terutama bagi Mama yang sebenarnya ingin melahirkan dengan persalinan normal, meski begitu keselamatan baik Mama maupun buah hati tetap harus diprioritaskan bukan?

Saat pertama mengetahui kabar bahwa buah hati ada pada posisi sungsang, tentu Mama menjadi sangat khawatir. Ingin sekali rasanya mengembalikan posisinya. Tetap rutin melakukan konsultasi dengan dokter kandungan Mama adalah cara terbaik, terutama untuk memantau dan mengetahui kondisi buah hati. Selagi menunggu dan memutuskan untuk memikirkan apakah Mama bersedia melakukan operasi Caesar seperti yang direkomendasikan dokter, Mama bisa mencoba untuk melakukan beberapa cara mengembalikan buah hati agar berada di posisi normal kembali seperti yang telah dirangkum Rumpibayi di bawah ini.

Metode External Cephalic Version (ECV)

Mama mungkin akan disarankan untuk melakukan metode ini oleh dokter. Metode ini merupakan metode yang dilakukan dengan memberikan tekanan kuat pada perut Mama menggunakan tangan untuk membantu bayi mengubah posisi kepalanya. Meski begitu, metode ini tidak akan disarankan untuk kehamilan kembar dan kasus tertentu seperti kelainan pada sistem reproduksi atau terdapatnya masalah pada plasenta.

Mama yang sebelumnya pernah melalui proses persalinan akan lebih mudah melakukan ECV. Bukan tanpa risiko, Mama harus melakukan ECV tetap di bawah pengawasan dokter karena di beberapa kasus ECV ini menimbulkan komplikasi seperti kantung ketuban pecah, denyut jantung bayi yang naik atau justru turun, abrupsi plasenta, dan juga kelahiran prematur.

Banyak bergerak

Melakukan olah raga dan gerakan ringan lain juga dapat membantu Mama untuk mengubah posisi bayi sungsang. Olah raga seperti jalan kaki, yoga, dan gerakan ringan lainnya yang tidak terlalu menguras tenaga tapi cukup untuk membuat janin mudah bergerak dan mengubah posisinya.

Berbagai latihan peregangan otot terutama otot-otot di area pelvis dan uterus juga akan sangat membantu karena akan menciptakan area rahim lebih besar sehingga buah hati lebih bebas bergerak.

Sekali lagi, usaha-usaha di atas harus juga dibarengi dengan keadaan psikologis Mama yang sehat. Saat Mama merasa bahagia, tenang, dan tetap sehat perasaan itu pun juga akan dirasakan oleh buah hati. Jadi, apapun keadaannya tetap semangat ya, Ma!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*